Napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru Yang Tertangkap Terus Bertambah

Berita yang sedang heboh belakangan adalah banyaknya narapidana dari Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru yang berhasil kabur. Jumlahnya sangat fantastis, mencapai ratusan orang. Sabtu siang kemarin telah ada 212 orang yang berhasil ditangkap, dan angka tersebut terus naik, bahkan pada malam hari menjadi 224 orang. Menurut Kombes Susanto, yang merupakan Kapolrestas Pekanbaru, “Sampai malam ini tahanan yang telah tertangkap berjumlah 224 orang. Tim terus melakukan pencarian terhadap tahanan dan napi yang telah melarikan diri”. Pernyataan tersebut disampaikan, sabtu tanggal 6 Mei 2017.

Razia Terus Dilakukan Untuk Mempersempit Ruang Gerak Tahanan Kabur

Susanto menambahkan, “ Tim kita di Pekanbaru masih memburu tahanan yang kabur, sedangkan untuk daerah perbatasan, setiap Polres terus melakukan razia”.  Susanto menuturkan kalau saat ini, timnya tengah melakukan penyisiran dan pencarian di kawasan semak-semak, karena mungkin saja, para tahanan yang melarikan diri itu masih ada di wilayah Pekanbaru.

Usaha pencarian tak hanya dilangsungkan di Pekanbaru, tapi menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur, kalau pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polda tetangga. “Kita sudah berkoordinasi,khususnya Polda yang berbatasan untuk melakukan razia. Terutama ke Polda Sumut, Polda Jambi dan Polda Sumbar”. Terang Guntur.

Polresta Palembang juga sudah melakukan razia di wilayah perbatasan Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak dari para tahanan yang telah berhasil kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau. Hal itu dilakukan untuk melakukan antisipasi masuknya tahanan bandar togel sgp ke Palembang, baik untuk pelarian ataupun yang ingin menjadikan Palembang sebagai tempat bersembunyi. Seperti yang diketahui, Palembang menjadi jalur lintasan yang dapat menjadi penghubung ke Pulau Jawa.

Berdasarkan pernyataan Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintoro HB, hari Sabtu 6 Mei 2017 malam, “Palembang juga kan merupakan jalur perlintasa, jadi kita adakan razia untuk mempersempit ruang gerak tahanan yang kabur, supaya tidak masuk ke Palembang”. Menurut Wahyu, kurang lebih ada 70 personil yang telah ditugaskan untuk melakukan pengamanan di wilayah perbatasan malam tadi, salah satunya adalah Jalan Raya KM 12 Terminal Alang-Alang Lebar.

Tak hanya anggota Polresta saja yang turun tangan, tapi beberapa anggota Polsek juga ikut membantu di lapangan. Hal tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Sumsel. “Iya sesuai arahan dari Bapak Kapolda, kita melakukan razia. Tapi mengenai waktu, kita belum tahu akan diadakan sampai kapan, yang jelas sekarang, kita periksa beberapa kendaraan yang nampak mencurigakan”.

Di lokasi yang berbeda, ketika sedang memantau razia Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede menjelaskan kalau hingga kini masih aman dan belum ditemukan kendaraan yang terlihat mencurigakan. “Sampai saat ini aman, belum ada kendaraan mencurigakan, karena kita dibantu juga sama anggota Polsek di beberapa titik yang ada di wilayah perbatasan”. Operasi yang dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para napi yang kabur, diadakan sejak pukul 21.00 WIB.

Napi Diminta Perbaiki & Bersihkan Fasilitas

Hingga siang hari Sabtu kemarin tanggal 6 Mei 2017, 212 orang tahanan yang berhasil ditangkap, diminta untuk memperbaiki dan membersihkan fasilitas yang telah dirusak untuk meloloskan diri. Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto, telah dilakukan mediasi yang melibatkan pihak terkait, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Polri, TNI, Pemerintah daerah setempat dan perwakilan napi pada sabtu pagi kemarin.

Hasil dari mediasi tersebut adalah pihak napi diminta untuk membersihkan dan memperbaiki fasilitas yang telah dirusak. Rikwanto juga menambahkan kalau semua tuntutan napi akan ditindaklanjuti, meskipun begitu, Rikwanto tidak memberikan penjelasan lanjut mengenai tuntutan tersebut.

Leave a Reply