Dari Kendari, Kasus Obat PCC Menyebar Sampai Surabaya

Kasus penyalahgunaan obat PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara dalam beberapa pekan terakhir memang menghebohkan. Membuat sekitar 60 remaja berusia 15-22 tahun harus dilarikan ke rumah sakit karena overdosis, kini dinas terkait seolah memperketat dan mengendus keberadaan obat dewa poker yang kerap digunakan penderita penyakit jantung itu ke berbagai daerah.

Merupakan obat ilegal yang tidak memiliki izin edar, PCC memiliki efek utama untuk melemaskan otot yang tegang dan bertindak sebagai anti depresan. Namun apa yang terjadi di Kendari hingga menyebabkan korban jiwa yakni R seorang bocah SD dan Riski (20), membuktikan kalau PCC punya dampak mengerikan. Kakak beradik yang merasakan halusinasi berupa kepanasan itu adalah dua dari korban lain yang juga mengalami gangguan kepribadian serta disorientasi akibat mengkonsumsi PCC tidak sesuai dosis.

Tak ingin membiarkan kasus berlarut, kepolisian Kendari pun sudah menetapkan 16 orang total tersangka atas kasus PCC sampai hari Senin (18/9) kemarin. Dari keterangan tersangka, desakan ekonomi dan iming-iming keuntungan besar di mana satu kaleng PCC yang dibeli seharga 600 ribu rupiah bisa terjual sampai untung Rp 1,25 juta membuat mereka bersedia memperdagangkannya.

PCC Sudah Sampai Papua, Cimahi, Surabaya

Sebelumnya giliran BBPOM Sulawesi Selatan mengamankan 29 ribu butir pil PCC di sebuah lokasi pedagang besar farmasi di Makassar hari Jumat (15/9). SS diketahui sebagai distributor obat ke sejumlah apotek di Makassar.Di hari yang sama saat kepolisian Kendari menetapkan tersangka PCC sampai berjumlah 16 orang, aparat Polda Papua menangkap seorang perempuan berinisial S (25). S diketahui memiliki 1.006 pil PCC yang dikirimkan lewat ekspedisi JNE Padang Bulan. Dengan ditangkapnya ibu rumah tangga ini, diduga kuat aksi penyelundupan PCC ke Papua sudah berulang kali terjadi.

Tak hanya di Papua, Bareskrim Polri juga menggeledah sebuah gudang di Cimahi, Jawa  Barat yang diduga sebagai tempat penyimpanan bahan baku obat PCC sebanyak empat ton. Hanya saja gudang itu rupanya terakhir digunakan enam bulan lalu. Waktu digeledah, gudang itu sudah kosong. Sama seperti di Cimahi, sebuah gudang di Surabaya juga digerebek karena dicurigai menyimpan pil PCC.Dalam peristiwa yang terjadi awal pekan ini, seorang tersangka berinisial H yang menjadi distributor pil PCC sudah diamankan.

PCC Juga Disalahgunakan PSK

Dijual dengan harga yang murah dan terjangkau, peredaran pil PCC di Indonesia memang cukup terbuka lebar. Jika masyarakat kurang mendapat informasi dan ditawari PCC gratis, efek ketagihan yang bisa merusak otak akan terjadi. Dari ketiga kandungan yang ada, zat Carisoprodol-lah yang menyimpan efek samping paling berbahaya, seperti dilansir Detik Health.

Dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences, Carisoprodol awalnya dikembangkan oleh Dr Frank M Berger pada tahun 1959 untuk menggantikan obat Meprobamate. Tak hanya memiliki efek ke sistem syaraf pusat, Carisoprodol juga memperlihatkan dampak analgesik togel online yang tak biasa. Tak heran kalau awal mulanya muncul obat PCP yang bisa meredakan nyeri pinggang.

Namun dalam perkembangannya di Indonesia, Carisoprodol justru disalahgunakan untuk menambah rasa percaya diri dan jadi obat penambah stamina. Bahkan tak sedikit dari Pekerja Seks Komersial (PSK) menggunakan Carisoprodol sebagai ‘obat kuat’. Menurut BPOM, obat yang mengandung zat aktif Carisoprodol memiliki efek sebagai penenang otot tapi hanya berlangsung singkat dan langsung diproses tubuh menjadi zat Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan.

Leave a Reply