Siap Tempur, Tim Thomas-Uber Dapat Asuransi Rp 500 Juta

Pada akhir Mei 2018 ini, olahraga badminton menggelar salah satu turnamen paling bergengsi yakni Thomas-Uber Cup. Berlangsung di Bangkok, Thailand mulai 20-28 Mei, ratusan atlet badminton dari berbagai negara akan bertanding secara grup untuk jadi yang terbaik. Indonesia mengirimkan 20 pemain badminton terbaiknya yang terbagi untuk tim Thomas dan Uber.

 

Budiharto selaku Kontingen Chef de Mission Indonesia menyebutkan kalau para atlet sudah memenuhi persiapan teknik, fisik dan strategi untuk ke Thomas-Uber Cup 2018. Kepada detiksport, Budiharto memaparkan jika seluruh atlet dalam kondisi sehat tanpa cedera dan akan berangkat dengan optimisme. Senada dengan Budiharto, Susy Susanti selaku manajer berharap jika tim Thomas bisa menyamai prestasi dua tahun lalu. Indonesia pun dirasa memiliki keunggulan pada kebersamaan dan semangatnya. Sementara untuk tim Uber, Susy lebih realistis dan fokus agar atlet putri lolos penyisihan grup dulu.

 

Semakin menambah semangat juang para atlet, BRI Life selaku anak usaha bank BRI memberi jaminan asuransi sebesar Rp 500 juta masing-masing atlet. Bambang Tribaroto selaku Corporate Secretary bank BRI menjelaskan kalau asuransi itu sebagai perlindungan para atlet karena kecelakaan dan berasal dari Asuransi Dana Sehat Sejahtera (DASETERA) dan Asuransi Personal Accident, seperti dilansir Detik.

 

Tak hanya itu saja, para atlet juga bakal mendapat perlindungan kesehatan sebesar Rp 1,5 juta/hari untuk Perawatan Santunan Harian Rawat Inap dan Rp 3 juta/hari untuk Santunan Harian ICU dan Rp 15 juta untuk Santunan Bedah. Asuransi ini diharapkan bisa membuat para atlet termotivasi dan merasa aman karena mendapat jaminan kesehatan.

 

Hendra dan Polii Jadi Kapten Tim Thomas-Uber

Dua pemain badminton senior Indonesia diserahi tugas oleh PBSI sebagai kapten tim masing-masing sektor. Mereka adalah Hendra Setiawan untuk tim Thomas dan Greysia Polii untuk tim Uber. Mantan rekan Markis Kido inipun tampak bangga karena masih dipercaya jadi kapten tim. Secara bijaksana, Hendra berharap para atlet untuk tidak merasa tertekan dalam turnamen beregu seperti Thomas-Uber Cup dan fokus untuk tampil terbaik entah giliran pertama atau giliran penentu.

 

Sementara itu untuk Polii, dia merasa harus bisa mengatasi emosi rekan-rekannya di tim Uber. Jika melihat persiapan teknik dan fisik, kelompok perempuan memang sudah maksimal tapi masalah yang tersisa adalah menjaga perasaan, emosi dan pikiran yang bisa mempengaruhi pertandingan. Polii sendiri memang sangat pantas jadi kapten tim Uber karena sudah ikut dalam kompetisi itu sejak 14 tahun lalu saat masih 16 tahun.

 

Dipercaya, Firman Abdul Kholik Bakal Maksimal

Salah satu pemain yang cukup kaget bisa masuk skuad tim Thomas-Uber mungkin adalah Firman Abdul Kholik. Padahal saat pemilihan atlet, nama Firman bersaing dengan Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro untuk mendampingi Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Ihsan Maulana Mustofa.

 

“Sempat nggak nyangka bisa masuk tim Thomas karena orang-orang sudah mikir kalau Tommy yang masuk. Ya sudahlah saya waktu itu mikir latihan aja yang semangat. Eh, ternyata saya yang dipilih ya pasti hati senang dan bersyukur. Tapi Thomas Cup ini bukan pertandingan togel singapura biasa, jadi saya akan semaksimal mungkin di lapangan. Saya harus membenahi diri, fokus dan meningkatkan mental. Pokoknya jangan gampang buang poin, yang penting siap beri poin untuk tim,” papar Firman panjang lebar.

Leave a Reply