Kecelakaan Pesawat Lion Air JT610 Disebut Sebagai yang Terburuk

Selasa pagi, pencarian dan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Basarnas serta beberapa pihak terkait terhadap korban dan juga serpihan badan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Hingga kini masih juga diselidiki tentang apa yang menyebabkan pesawat ini jatuh sebab dalam kondisi yang sempurna, pesawat ini justru mengalami kecelakaan togel hk naas dan disebut oleh ahli penerbangan sebagai kecelakaan yang terburuk.

 

Kecelakaan Lion Air JT610 Merupakan yang Terburuk Dengan Banyak Penumpang Tewas

 

Fokus dari para penyidik tentu saja untuk mengevakuasi korban, menemukan barang bawaan mereka untuk memperlancar proses identifikasi dan juga menemukan badan pesawat karena diduga masih banyak korban di dalamnya. Selain itu, mereka juga ingin mencari tahu mengapa pesawat Lion Air JT610 sempat mengalami perubahan baik pada kecepatan dan ketinggian secara signifikan hingga pilot ingin meminta ijin kembali ke landasan padahal baru beberapa menit lepas landas.

 

Dalam sejarah penerbangan sipil selama 2018 ini, kecelakaan yang melibatkan Lion Air ini merupakan yang terburuk. Ini dikarenakan kecelakaan tersebut terjadi ketika cuaca cerah tanpa mendung, kemudian pilot merupakan seorang yang berpengalaman sudah bertahun-tahun lamanya hingga mesin yang digunakan yaitu Boeing 737 merupakan mesin baru yang usianya sekitar 2 bulan saja namun sayangnya, penerbangan yang nyaris sempurna itu justru mengalami kecelakaan fatal.

 

Deretan Kecelakaan yang Terjadi di Maskapai Lion Air Sebelum Lion Air JT610

 

Bahkan yang paling buruk adalah karena ini merupakan kecelakaan yang menewaskan sekitar hampir 190 orang termasuk kru pesawat Lion Air JT610 di dalamnya. Lion Air merupakan salah satu maskapai yang terbesar bahkan termuda di wilayah Indonesia namun tak memungkiri, ada begitu banyak kecelakaan terjadi yang berkaitan dengan maskapai itu dengan penyebab yang berbeda dan berikut ini merupakan beberapa kecelakaan sepanjang sejarah Lion Air berdiri sebagai berikut:

 

  • 2004: Selang 4 tahun setelah Lion Air resmi beroperasi, pesawat mengalami kecelakaan dan sekitar 25 orang tewas ketika pesawat 538 jatuh di wilayah pemakaman Surakarta, Jateng.
  • 2007: Seluruh maskapai dari Indonesia termasuk dengan Lion Air dilarang untuk terbang menuju Eropa karena kendala keamanan dan larangan ini kemudian mulai melunak setelah 1 dekade dan bulan Juni, larangan ini dicabut. Amerika Serikat pun juga mencabut hal serupa setelah 10 tahun bagi semua maskapai yang ada di Indonesia tepat di tahun 2016 silam.
  • 2010: Sebagian penumpang dari pesawat 712 terluka saat mendarat dimana bagian lambung pesawatnya menghantam lintasan pacu di Pontianak yaitu Bandara Supadio. 174 penumpang dan juga kru pesawatnya berhasil diselamatkan dengan seluncuran darurat.
  • 2011 dan 2012: Pilot maskapai Lion Air harus ditahan karena menggunakan narkoba
  • 2013: Tanggal 13 April, pesawat 904 terbang dari Bandung menuju Denpasar membawa 108 penumpang namun menabrak perairan di dekat Bali setelah melampaui lintasan pacunya ketika mendarat. Badan pesawat dengan Boeing 737-800 terbelah menjadi dua namun keajaiban terjadi karena seluruh penumpang selamat dan berenang untuk selamatkan diri.
  • 2017: 2 penumpang pesawat Boeing 737-900 terluka serius sementara 3 orang lain mengalami luka ringan setelah pesawat mendarat dengan begitu keras pada lintasan pacu Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur dan terpental 5 kali sebelum membentur tanah.
  • 2017: Ketika pesawat berada di Bandara Internasional Juanda, 300 liter bahan bakar bocor dan tumpah di sekitar landasan pacu dan kebocoran berasal dari bagian sayap pesawat sehingga semua penumpang langsung dievakuasi dan pesawat diselidiki lebih lanjut.
  • 2018: Tanggal 28 April. Pesawat dengan nomor penerbangan 892 mengalami masalah dan tergelincir di Bandara Jalaludin, Gorontalo ketika tengah mendarat dibawah hujan lebat dan langit yang gelap. Hidung pesawat mengalami kerusakan namun tidak ada korban jiwa.

 

Inilah beberapa kejadian yang terjadi sebelum kecelakaan Lion Air JT610 selama beberapa tahun.

City Menang Namun Harus Dibayar Dengan Cederanya Kevin de Bruyne

Baru saja Manchester City memastikan timnya lolos menuju babak perempat final Piala Liga Inggris setelah menaklukan Fulham dengan skor 2-0. Namun siapa yang menyangka bahwa kemenangan ini harus dibayar dengan sangat besar karena mereka terancam untuk kehilangan Kevin de Bruyne yang lagi-lagi harus mengalami cedera pada lutut kirinya bahkan dirinya pun terancam untuk absen membela City di semua kompetisi selama 6 minggu.

Kevin de Bruyne Kembali Lagi Harus Absen Panjang

Gelandang yang berasal dari Belgia ini lagi-lagi cedera padahal baru sembuh dari cedera yang sebelumnya membuat dirinya absen lama. Kali ini, di menit-menit terakhir, Kevin de Bruyne harus mengalami cedera pada bagian lutut kiri ketika timnya berhasil mengalahkan Fulham di babak 16 besar kompetisi Piala Liga Inggris. Dapat dikatakan dirinya baru saja melakukan comeback dan ini merupakan penampilannya yang kedua sebagai pemain inti sejak menit awal pasca absen 3 bulan.

Selama 3 bulan itu, pemain berambut blonde ini harus absen membela City karena mengalami cedera pada bagian ligamen di lutut kanannya dan di musim ini, de Bruyne baru saja melakukan pertandingan Agen Poker Terpercaya sebanyak 5 kali. Sebenarnya ini bukanlah kali kedua dia mengalami cedera karena di tahun 2016 yang lalu, dirinya juga pernah absen cukup lama akibat cedera parah yang dia alami yaitu kerusakan pada ligamen yang terdapat di pergelangan kakinya dan kini dia juga terancam absen.

Seperti yang dilansir oleh the Guardian, pelatih Pep Guardiola mengatakan bahwa cedera ini merupakan sebuah kesialan namun Kevin de Bruyne adalah pemain yang sangat kuat dan dia juga berhasil untuk sembuh dengan sempurna dari cedera yang pertama dan dianggap sangat berbahaya dibandingkan cedera yang sekarang dia alami. Pelatih berkepala plontos ini pun juga mengatakan jika timnya memiliki departemen medis yang sangat baik dan dia yakin bisa sembuh dengan cepat.

Guardiola juga menjelaskan bahwa yang lebih dikhawatirkan sebenarnya adalah cedera otot dan pemain 27 tahun itu hanya sedang sial dalam situasi yang seperti ini. Guardiola mengatakan jika timnya akan lebih kuat dengan de Bruyne dibandingkan tidak ada dirinya namun dia tahu bahwa timnya harus tetap bertanding dengan atau tanpa de Bruyne. Jika benar-benar harus absen selama kurang lebih 6 pekan, maka kemungkinan de Bruyne baru akan tampil kembali tangga 8 Desember.

Perkiraan Laga yang Akan Dilewati Oleh Kevin de Bruyne Karena Cedera

Di tanggal itu, dirinya harus langsung melakukan comeback dengan menghadapi mantan timnya, Chelsea. Akan tetapi, dirinya juga akan diperkirakan absen pada 7 laga dan ini juga termasuk ketika pertandingan derby Manchester melawan United yang berlangsung di markas City yaitu Etihad pada tanggal 11 November mendatang. Ini akan membuat the Citizen kesulitan untuk menembus pertahanan lawan sebab suplai bola selama ini berasal dari Kevin de Bruyne dan bukan yang lain.

Ketika dirinya absen, ada beberapa titik dimana City mengalami kesulitan untuk menang termasuk juga tidak mampu untuk mencetak banyak gol. Setidaknya, City bisa melalui hari ini sebab mereka berhasil untuk melangkah ke babak perempat final berkat gol yang semuanya dicetak oleh Brahim Diaz. City langsung mendobrak pertahanan lawan dan menguasai bola dengan persentase 65% dan semua itu diperoleh mereka juga dari kaki de Bruyne bahkan melakukan 27 percobaan cetak gol.

Sementara itu, tim tamunya memang kurang berdigdaya ketika mereka berhadapan dengan juara Liga Inggris dan Fulham bahkan hanya mampu mencatatkan 5 kali upaya dengan 2 shoot on goal. Pada menit keempat pun, Kevin de Bruyne melakukan tembakan percobaan sehingga ini menunjukkan bahwa dirinya langsung bisa bermain dengan baik meskipun jelang akhir, kesialan datang lagi menghampirinya dengan cedera yang lagi-lagi membuatnya berurusan dengan medis.