Kurangi Gaji Pemain, Arsenal Menjadi Tim Pertama di Premier League Yang Patut Dicontoh Tim Bintang Lainnya

Imbas Pandemik Covid 19 rupanya tidak pandang bulu. Wabah ini mengakibatkan kejatuhan sektor ekonomi di berbagai bentuk industri, termasuk tim sepakbola kelas kakap sekalipun. Arsenal adalah salah satu tim yang terkena imbasnya. Tim sepakbola Arsenal menjadi tim pertama dari Premier League yang sepakat untuk mengurangi gaji dari para pemainnya, terkait dengan berkurangnya pemasukan klub asal London ini karena pandemic Covid 19.  Rupanya, para pemain utama Arsenal telah setuju untuk mendapatkan gaji yang tidak penuh. Pasalnya, mereka sempat protes dengan pemotongan gaji di awal April 2020 lalu.

Tim Arsenal secara resmi mengeluarkan keterangan pers tentang pemotongan gaji para pemain, terutama para pemain inti. Pada dasarnya, para pemain inti juga tidak keberatan untuk pemotongan gaji ini secara sukarela. Tidak hanya para pemain, tentunya. Pelatih utama dan juga para asisten pelatih juga merelakan penghasilannya untuk dipotong, terkait dengan krisis yang tengah terjadi. Kesepakatan ini merupakan keputusan yang sangat positif, setelah melalui serangkaian pertemuan dari beberapa pihak-pihak terkait.  Secara khusus, tim Arsenal sangat mengapresiasi keputusan mereka yang telah merelakan gaji mereka dipotong karena pandemic ini. Menurut keterangan pers tersebut, para pemain, serta pelatih dan asistennya, keputusan ini diambil karena mereka ingin terus memberikan dukungan penuh serta bentuk loyalitas kepada tim.

Pengurangan Gaji Hingga 12.5%

Tidak tanggung-tanggung, pengurangan gaji setahun untuk pemain inti Arsenal serta pelatih kepala dan para asistennya mencapai 12,5%. Kesepakatan baru ini tentunya mengubah kontrak kerja mereka yang telah disepakati di awal tahun 2020. Manajemen tim Arsenal sendiri telah menyiapkan berkas-berkas kontrak baru untuk mereka tanda tangani, dimana pemotongan gaji tersebut telah berlaku sejak bulan April 2020.

Namun demikian, tentu seluruh manajemen tim berjuluk The Gunners ini tidak ingin keterpurukan ini terjadi berlarut-larut. Seperti yang sudah dicanangkan di awal musim, prestasi tim harus maksimal, sehingga target tercapai. Tentu, target yang tercapai tersebut akan mendongkrak pemasukan tim, sehingga kondisi keuangan Arsenal membaik dan dapat mengembalikan jumlah gaji pemain seperti sedia kala. Dapat dipastikan, pemain serta pelatih harus berkontribusi untuk peningkatan performa, karena target tidak dapat tercapai tanpa kerjasama tim yang solid.  Kesepakatan ini sudah disampaikan kepada para pemain—terutama pemain inti—serta pelatih tentunya. Ekspektasi manajemen The Gunners ini adalah dengan menutup musim 2019/2020 dengan prestasi apik dan stabil sehingga pendapatan untuk hak siar semakin meningkat.

Maksimalkan Pendapatan Iklan

Terkait dengan keterangan pers yang dirilis oleh manajemen Arsenal, tim besutan Mikel Arteta Amatriain ini masih memaksimalkan pendapatan yang didapat dari para sponsor, sejak awal musim 2019/2020 ini. Biaya operasional untuk pengelolaan tim ini tidak sedikit, sehingga memaksimalkan pendapatan dari iklan. Tentunya, upaya ini tidak cukup untuk menutup seluruh biaya operasional, sehingga gaji pemain, pelatih serta asisten pelatih terpaksa dipangkas. Tidak menutup kemungkinan adanya beberapa pemain toto togel online yang akan dijual ke tim lain, untuk mengurangi pengeluaran secara signifikan.

Sebagaimana banyak diberitakan oleh media elektronik dan online, selama masa isolasi mandiri, para pemain Arsenal masih berlatih secara mandiri dengan panduan dari Mikel Arteta, yang terus memantau kondisi anak buahnya secara konstan.

Apresiasi Tinggi Bagi Pemain Inti dan Manajer

Tidak ada kata lain selain apresiasi tinggi serta ucapan terima kasih sedalam-dalamnya dari manajemen Arsenal kepada para pemain inti serta manajer dan para asisten pelatih atas kerelaan mereka untuk mendapatkan gaji yang tak utuh lagi.  Mereka juga sangat paham dengan kondisi pandemik global yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah ini. Selain itu, apresiasi  tinggi juga patut diberikan kepada Mikel Arteta, yang baru saja menggantikan Unai Emery pada bulan November 2019 kemarin.