Tes Mingguan Oleh Satgas Covid Di bawah Batas WHO

Penanganan penyebaran virus corona di Indonesia sepertinya mulai melemah. Pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengakui bahwa jumlah pemeriksaan terhadap warga mulai menurun, bahkan mengalami penurunan secara drastic. Jika dibandingkan dengan ketetapan WHO maka jumlah ini ada di bawah ambang batas ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa pemeriksaan ini malah mengalami penurunan? Satgas kali ini akan menjelaskan kepada masyarakat.

Alasan Penurunan Jumlah Pemeriksaan Oleh satgas Covid-19

Berdasarkan WHO, seharusnya pemeriksaan dilakukan dengan perbandingan 1 berbanding 1000. Jika populasi di Indonesia berjumlah 270 jiwa, maka sudah sewajarnya dilakukan pemeriksaan sekitar 270 ribu perminggu. Sayangnya di minggu ini penurunan jumlah testing cukup drastic. Bahkan telah mematahkan rekor target WHO selama lima minggu tanpa jeda. Ini terjadi setelah tahun 2021, detailnya setelah minggu kedua bulan Januari. Ini dikatakan oleh Juru bicara Satuan Tugas covid-19, Wiku Adisasmito.

Samg juru bicara, Wiku mengatakan dengan jelas tentang kondisi Indonesia di dalam sebuah konferensi pers di kanal youtube BNPB Indonesia. Dilihat dari jumlah tes yang dilakukan maka penurunan itu benar benar terjadi. Di tanggal 11 februari 28.401 telah diperiksa. Kemudian di tanggal 12 Februari berjumlah 35.4040. jumlah terus menurun di 14 Februari berjumlah 24.889. Tanggal 14 bulan Februari berjumlah 24.250. untuk hari hari berikutnya pun jumlah orang yang diperiksa pun semakin sedikit bahwa menyentuk jumlah 19 ribuan.

Dengan kondisi seperti ini, Wiku hanya bisa berharap semoga tidak ada pencegahan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Dirinya pun meminta satgas covid-19 menyediakan surveilans tes. Ada juga pengembangan jumlah harus dilakukan di pusat maupun di daerah. Pemerintah daerah harus bisa memantau upaya untuk menghilangkan covid-19 dari Indonesia. Adapun upaya yang bisa dilakukan diantaranya surveilans tes, telusur dan tindak lanjut. Jika disingkat maka menjadi 3T. dengan upaya ini positivity rate ingin ditekan dan terus diperkecil persentasenya.

Pemerintah Daerah Kenakan 3T

Untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan masyarakat terhadap penyebaran virus corona, diharapkan pemerintah daerah melakukan upaya surveilans tes, telusur dan tindak lanjut atau disebut sebagai 3T. pelaksanaannya harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan begitu penekanan terhadap virus corona akan berjalan dengan baik dan semakin hari imunity hereditas itu akan tercipta. Berbagai upaya daerah pun dilakukan agar virus tidak menyebar terlalu massif dan melemahkan berbagai sektor situs pay4d terpercaya di daerah dan membuat kalang kabut seluruh masyarakat.

Berdasarkan hasi temukan satgas covid-19, rasio kasus positif harian telah mencapai 40,7 persen. Ini merupakan persentase paling tinggi dan menjadi rekor positivity rate. Persentase ini terhitung Kamis 18 Februari 2021. Setiap harinya semakin tinggi sehingga penyebaran virus sangat mengkhawatirkan di Indonesia. Masalah yang terjadi karena hal ini bukan hanya berdampak pada perekonomian dan roda kehidupan masyarakat tetapi juga pada perkembangan mental penderita, pihak keluarga dan masyarakat di sekitar.

Perhitungan positivity rate diambil dari perhitungan hasil penambahan kasus positif setiap harinya. Bukannya berkurang, Indonesia memiliki trend yang berbeda bahkan sudah sampai level 40 persen. Setiap hari jumlah orang yang terkena menurut satgas covid-19 semakin banyak bahkan melebihi batas ambang yang ditentukan oleh WHO. Berdasarkan organisasi kesehatan dunia tersebut, setiap negara maksimal memiliki rate persentase di bawah 5 persen. Sedangkan Indonesia saat ini ada jauh di 40 persen. Sangat membahayakan.