Menu

Category: Berita

Kebakaran Grenfell Tower: Pemain Sayap Man City Beri Sumbangan

Beberapa waktu lalu hingga saat ini, berita di Inggris masih hangat membahas kebakaran yang terjadi di gedung pencakar langit, Grenfell Tower. Banyak korban meninggal dunia karena api hampir melalap seluruh bangunan pencakar langit tersebut. Peristiwa naas ini juga mengundang perhatian dunia sepak bola Inggris. Salah satunya adalah Mancester United dan pemain sayapnya yakni Raheem Sterling. Ia telah menjadi contoh yang baik.

Raheem Sterling Berikan Sumbangan

Manchester City dan pemain sayap Inggris Raheem Sterling adalah untuk memberikan sumbangan yang besar kepada mereka yang terkena dampak terbakarnya Grenfell Tower. Pemain berusia 22 tahun itu besar di London bagian barat laut dan memulai karirnya di QPR. Tentunya, ia merasakan apa yang para korban rasakan. Api telah menelan hampir seluruh blok rumah susun tersebut dan menewaskan setidaknya 17 orang dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat.

Sterling mengatakan; “Ini adalah situasi yang dalam dan menyedihkan, masalah yang dekat dengan hati saya dan sulit ditelan. Saya ingin membantu dengan cara terbaik yang saya bisa.” Dia menambahkan: “Ini hanya langkah kecil, tapi langkah kecil membawa perubahan besar jika kita semua berkumpul. Ucapan belasungkawa saya kepada keluarga yang terkena dampak, juga orang-orang yang kehilangan rumah mereka.”

Perdana Menteri, Theresa May telah memerintahkan penyelidikan publik penuh terhadap api yang menelan sebuah flat di Kensington Utara, London Barat yang menewaskan sedikitnya 17 orang tersebut. PM tersebut mengatakan bahwa orang “layak mendapat jawaban” mengapa api menyebar dengan sangat cepat.

Seperti diberitakan jika korban pertama diketahui oleh Kampanye Solidaritas Suriah sebagai pengungsi Suriah yang bernama Mohammed Alhajali, 23 tahun. Enam korban kebakaran lainnya telah diidentifikasi sementara. Komandan Polisi Metropolitan Stuart Cundy mengatakan, namun “ada risiko bahwa sayangnya kita mungkin tidak dapat mengidentifikasi semua orang”.

Bantuan Datang Dari Masyarakat

Tentunya, selain dari klub dan para pemain sepakbola, apalagi lokasi Stadium Loftus Road Queens Park Rangers juga hanya berjarak 1,6 km dari Grenfell Tower, masyarakat juga berkumpul untuk memberikan berbagai macam kebutuhan para korban dimulai dari perlengkapan seperti sepatu, baju hingga makan dan obat-obatan. Kejadian ini tentu sangat menyakitkan. Pihak pemerintah dan semua yang terkait juga terus melakukan penyidikan karena diketahui jika api melahap sangat cepat dari bawah hingga ke atas.

Ada beberapa penyebab kenapa api bisa merambat begitu cepat. Ada yang mengatakan jika prosedur keamanan kebakaran dewa poker yang dipampang di dalam gedung belum sepenuhnya benar, ada yang mengatakan beberapa peralatan yang berfungsi untuk mencegah kebakaran menyebar juga belum semuanya terpasang di setiap blok. Mungkin yang paling mendekati adalah adanya efek panas dari ruang penghangat atau perapian.

Rumah di daerah yang memiliki empat musim, dipastikan memiliki ruangan penghangat dan cerobong asap. Api dapat menyebar dengan cepat melewat cerobong asap dari perapian di setiap ruangan di dalam gedung. Sehingga tidak mengherankan jika api terus menjalar dan melahap hampir semua bagian gedung dari bawah hingga atas. Bahkan saat api berhasil dipadamkan, di dalam ruangan masih terlihat api yang menyala.

Peristiwa ini tentu sangat menyedihkan bagi semua orang termasuk juga para klub dan pemain sepakbola Inggris. Mereka juga terus memberikan dukungan bagi para korban agar bisa lebih baik lagi. Hingga berita ini turun, belum ada kepastian penyebab kebakaran tersebut. Diduga bisa karena arus listrik atau lainnya yang berasal dari lantai empat hingga menjalar ke lantai paling atas.

Napi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru Yang Tertangkap Terus Bertambah

Berita yang sedang heboh belakangan adalah banyaknya narapidana dari Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru yang berhasil kabur. Jumlahnya sangat fantastis, mencapai ratusan orang. Sabtu siang kemarin telah ada 212 orang yang berhasil ditangkap, dan angka tersebut terus naik, bahkan pada malam hari menjadi 224 orang. Menurut Kombes Susanto, yang merupakan Kapolrestas Pekanbaru, “Sampai malam ini tahanan yang telah tertangkap berjumlah 224 orang. Tim terus melakukan pencarian terhadap tahanan dan napi yang telah melarikan diri”. Pernyataan tersebut disampaikan, sabtu tanggal 6 Mei 2017.

Razia Terus Dilakukan Untuk Mempersempit Ruang Gerak Tahanan Kabur

Susanto menambahkan, “ Tim kita di Pekanbaru masih memburu tahanan yang kabur, sedangkan untuk daerah perbatasan, setiap Polres terus melakukan razia”.  Susanto menuturkan kalau saat ini, timnya tengah melakukan penyisiran dan pencarian di kawasan semak-semak, karena mungkin saja, para tahanan yang melarikan diri itu masih ada di wilayah Pekanbaru.

Usaha pencarian tak hanya dilangsungkan di Pekanbaru, tapi menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur, kalau pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polda tetangga. “Kita sudah berkoordinasi,khususnya Polda yang berbatasan untuk melakukan razia. Terutama ke Polda Sumut, Polda Jambi dan Polda Sumbar”. Terang Guntur.

Polresta Palembang juga sudah melakukan razia di wilayah perbatasan Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersempit ruang gerak dari para tahanan yang telah berhasil kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau. Hal itu dilakukan untuk melakukan antisipasi masuknya tahanan bandar togel sgp ke Palembang, baik untuk pelarian ataupun yang ingin menjadikan Palembang sebagai tempat bersembunyi. Seperti yang diketahui, Palembang menjadi jalur lintasan yang dapat menjadi penghubung ke Pulau Jawa.

Berdasarkan pernyataan Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintoro HB, hari Sabtu 6 Mei 2017 malam, “Palembang juga kan merupakan jalur perlintasa, jadi kita adakan razia untuk mempersempit ruang gerak tahanan yang kabur, supaya tidak masuk ke Palembang”. Menurut Wahyu, kurang lebih ada 70 personil yang telah ditugaskan untuk melakukan pengamanan di wilayah perbatasan malam tadi, salah satunya adalah Jalan Raya KM 12 Terminal Alang-Alang Lebar.

Tak hanya anggota Polresta saja yang turun tangan, tapi beberapa anggota Polsek juga ikut membantu di lapangan. Hal tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Sumsel. “Iya sesuai arahan dari Bapak Kapolda, kita melakukan razia. Tapi mengenai waktu, kita belum tahu akan diadakan sampai kapan, yang jelas sekarang, kita periksa beberapa kendaraan yang nampak mencurigakan”.

Di lokasi yang berbeda, ketika sedang memantau razia Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede menjelaskan kalau hingga kini masih aman dan belum ditemukan kendaraan yang terlihat mencurigakan. “Sampai saat ini aman, belum ada kendaraan mencurigakan, karena kita dibantu juga sama anggota Polsek di beberapa titik yang ada di wilayah perbatasan”. Operasi yang dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para napi yang kabur, diadakan sejak pukul 21.00 WIB.

Napi Diminta Perbaiki & Bersihkan Fasilitas

Hingga siang hari Sabtu kemarin tanggal 6 Mei 2017, 212 orang tahanan yang berhasil ditangkap, diminta untuk memperbaiki dan membersihkan fasilitas yang telah dirusak untuk meloloskan diri. Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto, telah dilakukan mediasi yang melibatkan pihak terkait, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Polri, TNI, Pemerintah daerah setempat dan perwakilan napi pada sabtu pagi kemarin.

Hasil dari mediasi tersebut adalah pihak napi diminta untuk membersihkan dan memperbaiki fasilitas yang telah dirusak. Rikwanto juga menambahkan kalau semua tuntutan napi akan ditindaklanjuti, meskipun begitu, Rikwanto tidak memberikan penjelasan lanjut mengenai tuntutan tersebut.

Banyaknya Pengungsi Perempuan Rohingnya yang Menikah di bawah Umur

Masyarakat dunia sedang dihadapkan oleh polemik Rohingnya. Dan juga pengungsinya di sana. Para pengungsi perempuan di sana pasalnya menghadapi resiko menjadi korban penyelundupan manusia. Pengungsi-pengungsi perempuan Rohingnya yang sedang mengungsi dari kekerasan di Myanmar banyak yang menikah di bawah umur. Data ini terungkap dari survey PBB. Tidak hanya itu, hal yang lebih memilukan lagi adalah para pengungsi anak perempuan itu juga menjadi korban dari kekerasan dalam rumah tangga.

Pengungsi Perempuan Rohingya Menjadi Korban Kekerasan

Kekerasan marak terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat. Kekerasan sudah marak terjadi cukup lama. Dan pada tahun 2012 yang lalu, sekitar kurang lebih 168.000 warga Muslim di Rohingya, termasuk anak-anak perempuan, melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh. Tidak hanya melarikan diri dan menyelamatkan diri mereka ke Bangladesh, namun juga ke sejumlah negara Asia lainnya.

UNHCR, Badan Pengungsi PBB, melakukan survey yang dilakukan di Rohingya. Dan mereka mendapati ada sekitar 80% anak perempuan di sana yang menikah di bawah usia 18 tahun. Serta rata-rata melahirkan anak pertama mereka pada umur 18 tahun. Tidak hanya itu, 1 dari 3 anak perempuan juga mengalami kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Juru bicara UNHCR Asia, Vivian Tan, memberikan penjelasannya kepada kantor berita Reuters. “Kami pada umumnya memberikan pengarahan kepada mereka soal pilihan-pilihan yang ada. Dan jika mereka setuju, akan dirujuk langsung ke mitra kami atau pun kepusat penampungan untuk kaum perempuan yang rentan,” ungkapnya.

Laporan dari UNHCR 2016 soal Pergerakan Campuran di Asia Tenggara mempunya dasae pada survey tahun yang lalu atas sekitar 85 pengungsi perempuan dewasa dan juga anak perempuan Rohingya di Indonesia, India dan Malaysia.

Dari total survey itu, hanya sekitar 7% yang mempunyai pendapatan sendiri walaupun 2/3 ingin mempunyai pendapatan. Diperkirakan juga, ada kurang lebih 8.000 perempuan yang berusia dari 14 tahun sampai 34 tahun di ketiga negara itu ketika diadakan survey. Para pegiat menjadi khawatir akan terjadi peningkatan para pengungsi perempuan baik dewasa ataupun anak-anak yang masih sangat rentan atas kasus penyelundupan manusia, pernikahan di bawah umur, dan eksploitasi seksual.  

Nasib Warga Muslim di Rohingya

Yang sampai saat ini masih menjadi keprihatinan dunia internasional adalah nasib dari warga muslim di Rohingya. Dalam beberapa bulan belakangan ini dunia internasional membantu mereka. Hal ini dikarenakan aparat keamanan Myanmar dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan massal sebagai upaya menghadapi kelompok militan Rohingya. Tentu saja dunia internasional mengecam aksi itu dan juga pemerintah Myanmar yang sudah dianggap menjatuhkan hukuman secara merata serta bukan hanya pada kelompok yang diduga kuat menyerang beberapa pos polisi pada akhir tahun lalu. Menanggapi hal itu, Militer Burma membantah tuduhan www.mgmcash88.com itu. Hal ini sangat memprihatinkan karena warga Muslim Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar karena dianggap minoritas sebab mayoritas penduduk Myanmar beragama Buddha.

Hal memprihatinkan ini ditanggapi oleh Koffi Anan, komisi pimpinan mantan sekjen PBB, yang pada bulan Maret lalu sempat meminta Myanmar untuk mengakui etnik Rohingya sebagai warga negaranya. Ia juga meminta dengan keras agar mereka mengakhiri kekerasa yang sudah dialami kelompok minoritas Rohingnya. Langkah transparan harus ditempuh guna memberikan kewarganegaraan pada kelompok Rohingya yang sudah tinggal di Negara Bagian Rakhine dari generasi ke generasi. Namu nampaknya sampai saat ini mereka belum mengakui status kewarganegaraan Rohingya sebagai warga negara Myanmar.