Taj Mahal Berubah Warna dan Sedikit Rusak

Salah satu situs bersejarah yang ada di dunia, Taj Mahal, yang ada di India dikabarkan sedang dalam kondisi yang kurang baik. Setelah beberapa waktu yang lalu diterjang badai sehingga dua pilarnya rusak, sekarang Taj Mahal dikabarkan mulai berubah warna karena terpapar polusi.

Mahkamah Agug India lalu memerintahkan pemerintah India untuk bisa mencari cara supaya bisa mengembalikan warna asli dari situs ikonik tersebut dengan cara berkonsultasi dengan ahli cagar budaya dari lokal maupun dari internasional.

Mulai Berubah Warna Karena Polusi

Hakim Mahkamah Agung Madan Lokur serta Deepak Gupta mengaku amat sangat terkejut saat melihat kondisi bangunan Taj Mahal yang seharusnya berwarna putih marmer namun malahan sekarang berubah warna menjadi kuning bahkan cokelat dan juga hijau di beberapa sisinya. Padahal bangunan yang berdiri kira-kira pada abad ke-17 tersebut termasuk dalam Daftar Warisan Dunia UNECO.

“Belakangan ini warna Taj Mahal berubah menjadi berwarna kuning, dan sekarang ini bahkan cokelat dan hijau. Nampaknya pemerintah tidak berdaya. Situs ini mesti diselamatkan,” ungkap kedua hakim dilansir dari CNN Indonesia pada hari Kamis (3/5).

Sejumlah pihak juga mengatakan bahwa warna dari bangunan ikonik di India itu kemungkinan besar disebabkan pembangunan konstruksi yang ada di sekitarnya dan juga kotoran serangga. Serangga banyak datang ke sana karena adanya limbah dari Sungai Yamuna yang mana mengalir persis di sebelah istana. Serangga-serangga itu kemudian mengeluarkan kotoran di dinding-dinding Taj Mahal.

Pada tahun 1990an, Mahkamah Agung Bursatogel juga pernah memerintahan penutupan ratusan pabrik yang ada di dekat Taj Mahal hanya demi melindungi istana megah tersebut dari polusi.

Dua Pilar Rusak Karena Badai

Tidak hanya warnanya yang sekarang mulai berubah, Taj Mahal juga beberapa waktu yang lalu sempat diterjang badai sehingga dua pilarnya rusak. Bangunan ikonik itu runtuh karena badai petir yang melanda Agra pada tanggal 11 April 2018 lalu.

Dilansir dari CNN Indonesia, pilar baja yang tingginya 12 kaki di Gerbang Darwaza-e-Rauza, Taj Mahal, runtuh karena terpaan angin yang berkecepatan kira-kira 100km per jam. Gerbang tersebut adalah gerbang kerajaan yang mana memberikan gambaran awal keajaiban arsitektur Taj Mahal yang amat megah.

Dikutip dari CNN Indonesia juga, monument utama Menara Taj Mahal ini pun terkena dampak hujan yang tercurah selama kurang lebih 40 menit di wilayah itu. sebuah menara yang ada di dekat gerbang pun runtuh dan sebuah kubah putih kecil pun terkena dampak dari badai petir hari Rabu beberapa minggu lalu itu.

Taj Mahal sendiri didirikan pada tahun 1663 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan. Istana megah berwarna putih marmer itu sebenarnya dibangun Mughal untuk makam istri kesayangannya. Putri Mumtaz Mahal yang meninggal setelah melahirkan anak keempat belasnya.

Bangunan ikonik ini juga menjadi salah satu tujuan wisata di India yang amat banyak menarik turis asing. Bahkan tiap harinya, bangunan yang letaknya di Agra, Uttar, Pradesh, India ini bisa menarik paling tidak 50.000 turis atau sekitar 7 juta orang tiap tahunnya.

Sebagai langkah untuk memelihara Taj Mahal, The Archaelogical Survey of India, yakni organisasi yang mengurus Taj Mahal, menerapkan aturan batas maksimal 3 jam untuk satu orang pengunjung. Dan berdasarkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), dua kota di India menempati peringkat ke-14 dan ke-15 dunia sebagai kota paling tercemar di dunia.